Serius Wujudkan "Zero Halinar" , LPP Padang Kembali Lakukan Penggeledahan Blok Hunian WBP

Padang, INFO_PAS – Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Padang menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta menciptakan lapas bersih dari Handphone, Pungli dan Narkoba atau lebih dikenal dengan istilah "Zero Halinar", maka Lapas Perempuan Padang kembali melakukan penggeledahan blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (15/2).
 
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB ini dilakukan oleh Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) serta diawasi langsung oleh Kepala LPP Padang.
 
 
 
Kegiatan dimulai dengan penyampaian arahan kepada seluruh WBP oleh Ketua Tim Satops Patnal, Gusli Gaibar, dilanjutkan dengan penggeledahan badan WBP serta penggeledahan kamar hunian WBP. Tim Satops Patnal masuk ke kamar kamar hunian untuk menertibkan barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas.
 
Setelah beberapa jam penggeledahan, Tim Satops Patnal menemukan 1 buah gergaji besi, 1 cangkul kecil, 1 pisau dan beberapa barang berbahaya lainnya, namun tidak ditemukan narkoba ataupun handphone. Selanjutnya, hasil penggeledahan didata Bagian Administrasi Keamanan dan Ketertiban serta dibuatkan berita acara untuk segera dimusnahkan.
 
Diakhir kegiatan, Kepala LPP Padang, Widiarti, menyampaikan bahwa penggeledahan ini akan terus dilakukan secara intens walaupun tidak ditemukan narkoba ataupun handphone saat ini. "Walapun saat ini tidak ditemukan narkoba ataupun handphone, bukan berarti kita berhenti untuk melakukan penggeledahan, kita harus terus berupaya mewujudkan LPP Padang untuk Zero Halinar karena itu sudah jadi komitmen kita bersama", tegas Widiarti menutup kegiatan. (dl)

Narapidana Jalani Asimilasi dan Integrasi di Rumah

Padang, INFO_PAS - Dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Padang menghirup udara bebas, Kamis, (11/2) melalui Program Asimilasi dan Integrasi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dilingkungan LPP Padang.
 
Program Asimilasi ini akan menjadi evaluasi bagi pembebasan bersyarat. Selama masa asimilasi, WBP diharapkan selalu berada di rumah dan tidak bepergian serta akan mendapatkan monitoring dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Padang. 
 
Mereka pun mengungkapkan kebahagiaannya atas asimilasi di rumah yang diterimanya. “Kami mengucapkan rasa syukur atas program asimilasi di rumah yang diberikan dan kami tidak dibebankan atau dipungut biaya apa pun,” ujarnya. (dl)

Menu